Skip to content

Gerakan STOP Corat-Coret Baju Kelulusan: Merayakan Prestasi dengan Cara Bermartabat

Kelulusan merupakan momen penting dalam perjalanan pendidikan setiap pelajar. Ia menandai berakhirnya satu fase belajar dan awal dari langkah baru menuju masa depan. Namun, tradisi corat-coret baju seragam setelah kelulusan yang kerap dilakukan sering kali justru mengaburkan makna sejati dari kelulusan itu sendiri. Atas dasar inilah, lahir Gerakan STOP Corat-Coret Baju Kelulusan sebagai upaya edukatif untuk mengajak pelajar merayakan kelulusan dengan cara yang lebih bermakna, tertib, dan bermartabat.

Secara umum, corat-coret baju dianggap sebagai bentuk ekspresi kegembiraan. Namun jika ditelaah lebih jauh, kebiasaan ini menyimpan berbagai dampak negatif. Mulai dari pemborosan, potensi vandalisme, penggunaan kata atau gambar yang tidak pantas, hingga risiko keselamatan ketika dilakukan di ruang publik. Lebih dari itu, seragam sekolah adalah simbol perjuangan orang tua, kedisiplinan, dan proses pendidikan yang panjang—bukan sekadar kain yang boleh dirusak begitu saja.

Gerakan STOP Corat-Coret Baju Kelulusan hadir untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kesadaran sosial, dan penghargaan terhadap simbol pendidikan. Pelajar diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak harus diekspresikan dengan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Merayakan kelulusan dapat dilakukan dengan cara-cara positif, seperti kegiatan bakti sosial, doa bersama, penulisan pesan inspiratif, pameran karya, atau pelepasan seragam secara simbolis dan tertib.

Dari sudut pandang pendidikan karakter, gerakan ini mengajarkan kedewasaan dalam mengambil keputusan. Kelulusan bukan hanya tentang lulus ujian akademik, tetapi juga lulus dalam sikap dan perilaku. Dengan menolak corat-coret baju, pelajar dilatih untuk berpikir jangka panjang, menghargai nilai, dan menjaga citra diri sebagai generasi terdidik.

Peran sekolah, guru, dan orang tua sangat penting dalam menyukseskan gerakan ini. Melalui sosialisasi dan keteladanan, pelajar dapat diarahkan untuk memahami makna kelulusan secara utuh. Dukungan lingkungan yang positif akan membantu mengubah budaya lama menjadi tradisi baru yang lebih mencerminkan nilai-nilai pendidikan.

Gerakan STOP Corat-Coret Baju Kelulusan bukanlah larangan tanpa makna, melainkan ajakan untuk bertransformasi. Merayakan kelulusan dengan cara yang santun dan kreatif adalah cermin kematangan pelajar sebagai calon pemimpin masa depan. Karena sejatinya, prestasi besar layak dirayakan dengan cara yang bermakna dan beradab.

1 thought on “STOP Coret”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *